Selasa, 03 Maret 2020


Metode Ilmiah
Pengertian metode ilmiah
Definisi metode ilmiah yaitu suatu proses keilmuan yang dilakukan secara sistematis untuk mendapatkan suatu pengetahuan berdasarkan bukti yang ada. Melalui metode ilmiah, kita akan mendapatkan kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dan tersusun secara teratur. Eksperimen atau percobaan-percobaan yang dilakukan akan diragukan jika tidak dilakukan metode ilmiah.
Metode ilmiah juga harus diuji kembali oleh peneliti lain dengan kriteria, metode dan kondisi yang sama sehingga diperoleh hasil yang sama dengan penelitian sebelumnya. Agar dapat lebih memahami pengertian metode ilmiah, penyajian contoh metode ilmiah mungkin akan membuat Anda lebih memahami makna dari metode ilmiah itu sendiri.
Unsur-unsur Metode Ilmiah
Sebelum membahas mengenai contoh metode ilmiah, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu unsur-unsur metode ilmiah, yang terdiri dari:

· Karakterisasi
Maksud dari karakterisasi di sini adalah sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek diidentifikasi dan diteliti melalui pengukuran dan pengamatan.

· Hipotesis
Sebelum mendapatkan suatu kesimpulan, sebelumnya pasti ada dugaan-dugaan teoritis sementara yang memberikan penjelasan dari hasil pengukuran. Hal inilah yang dimaksud dengan hipotesis.

· Prediksi
Prediksi mengandung pengertian yaitu penalaran logis yang diperoleh dari hipotesis.

· Eksperimen
Yang dimaksud dengan eksperimen adalah percobaan untuk melakukan pengujian terhadap hubungan prediksi dan hipotesis dengan karakterisasi.

· Evaluasi dan pengulangan
Maksud dari evaluasi di sini adalah melakukan penilaian terhadap ketepatan prediksi dan hipotesis berdasarkan hasil saat melakukan eksperimen dan melakukan pengualangan terhadap bagian-bagian tertentu jika belum diperoleh hasil yang sesuai.

Kriteria Metode Ilmiah
Metode Ilmiah memiliki kriteria tertentu yang biasanya akan lebih mudah jika dijelaskan menggunakan suatu contoh metode ilmiah. Kriteria-kriteria tersebut antara lain:

· Berdasarkan fakta
Dalam mengambil kesimpulan dan melakukan analisa bukan hanya berdasarkan pendapat peneliti namun harus berdasarkan bukti yang nyata.

· Bebas dari prasangka
Peneliti tidak boleh memiliki prasangka tertentu pada saat melakukan eksperimen. Eksperimen harus dijalankan secara objektif walaupun hasil dari eksperimen tersebut tidak sama dengan hipotesis yang peneliti miliki.

· Menggunakan prinsip-prinsip analisis
Hubungan antara komponen beserta komponen-komponen permasalahan harus dapat dijelaskan dengan runtut dan diketahui dengan jelas.

· Perumusan Masalah atau pembuatan hipotesis
Pembuatan hipotesis atau perumusan masalah diperlukan untuk menjelaskan terjadinya suatu fenomena alam.

· Menggunakan ukuran objektif
Dalam melakukan metode ilmiah, kita membutuhkan ukuran objektif bukan ukuran subjektif ketika melakukan sebuah eksperimen. Dengan menggunakan ukuran objektif, hasil eksperimen akan mudah diterima oleh orang lain karena pada dasarnya mereka memiliki pemikiran yang sama. Sebisa mungkin jauhkanlah eksperimen dari pemikiran subjektif peneliti. 

· Menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif dalam melakukan eksperimen
Dengan menggunakan teknik kuantitatif dan pemikiran yang objektif akan diperoleh hasil yang dapat diterima secara umum. Jika hasil dari eksperimen tersebut sulit dideskripsikan dengan menggunakan teknik kuantitatif, peneliti dapat menggunakan teknik kualitatif.

Karakteristik Metode Ilmiah

· Bersifat analistis dan kritis
Dengan melakukan eksperimen dan observasi maka akan diperoleh hasil yang akurat dan relevan.

· Bersifat logis
Langkah-langkah yang dilakukan oleh para peneliti dalam melakukan metode ilmiah harus bersifat logis bukan berdasarkan suatu hal yang tidak dapat diterima oleh akal sehat atau firasat.

· Bersifat obyektif
Kesimpulan dari hasil eksperimen harus bersifat objektif yang artinya dapat diterima secara universal dan bukan merupakan hasil rekayasa peneliti.

· Bersifat empiris
Hasil dari eksperimen diperoleh berdasarkan bukti yang ada dan kejadian yang benar-benar terjadi. Bukan berdasarkan opini atau pendapat dari peneliti atau orang lain.

· Bersifat konseptual
Dalam melakukan penelitian, harus dapat menjelaskan konsep bagaimana fakta-fakta tersebut terjadi dan keterkaitan antara fakta-fakta yang ada, jadi tidak hanya terbatas berdasarkan fakta yang dapat dilihat secara nyata atau dirasakan.

Langkah-langkah Metode Ilmiah
Untuk dapat membuat contoh metode ilmiah, kita harus mengetahui langkah-langkah dalam menyusun metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara runut yang terdiri dari:

1) Observasi awal
2) Identifikasi masalah
3) Perumusan hipotesis
4) Eksperimen
5) Analisis hasil
6) Penarikan kesimpulan

Contoh metode ilmiah:
1.     Observasi awal
Pengaruh tingkah laku manusia terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
2.     Identifikasi masalah
1)    Untuk menambah wawasan dan pengetahuan
2)    Mengetahui biji jagung mana yang lebih cepat berkecambah dan tumbuh, jika di berikan sejumlah Air kelapa,Gula, dan Vetsin/Miwon
3)    Mengetahui tinggi batang daun perharinya
4)    Mengetahui panjang akar primer perhariya
5)    Mengetahui banyak akar sekunder yang tumbuh perharinya
6)    Mengetahui cara pengukuran panjang akar primer jagung dan tinggi batang daun jagung di dalam petridish
7)    Mengetahui bagaimana tata cara praktek dan pengamatan mengenai pertumbuhan dan perkembangan jagung. 
3.     Perumusan hipotesis
Kemungkinan tumbuhan akan tumbuh dengan subur oleh perawatan yang dilakukan manusia
4.     Eksperimen
·       Alat dan bahan:
1)    Tiga biji jagung
2)    Air mineral gelas sebanyak 4 gelas
3)    Tisu dapur
4)    Air kelapa
5)    Gula
6)    Vetsin/Miwon/Monosodium Glutamat
7)    Alat-alat
8)    Petridish
9)    Gunting
10) Label nama
11) Pinset
12) Benang
13) Pena dan Buku
14) Stopwath/hanphone
15) Solasi transparan
16) Penggaris
·       Langkah kerja:
1)    Sediakan petridish serta alat-alatnya.
2)    Gunting 3 lembar tisu berbentuk lingkaran sesuai ukuran diameter petridish.
3)    Bersihkan petridish dengan mengelap petridish menggunakan tisu.
4)    Masukan 3 lembar tisu ke dalam petridish dan lembaran tisu yang paling atas di beri garis menjadi tiga bagian.
5)    Tempelkan label nama yang di beri tulisan nama Air kelapa, Gula,Vetsin/Miwon pada bagian luar petridish, sesuaikan dengan garis pada tisu di dalam petridish.
6)    Siapkan 3 gelas air mineral, kemudian buang air dalam gelas hingga tersisa sepertiga (1/3) dari gelas.
7)    Tempelkan label nama yang di beri tulisan Air kelapa,Gula,Vetsin/Miwon pada masing-masing gelas.
8)    Larutkan 1 sendok makan ,Gula, dan Vetsin/Miwon ke dalam gelas air sesuai label nama larutan pada gelas.
9)    Siapkan stopwatch/hanphone.
10) Masukan biji jagung ke dalam gelas Air kelapa,Gula,Vetsin/Miwon, masing-masing satu biji, dan ketika memasukan biji jagung ke dalam gelas jalankan langsung waktu pada stopwatch.
11) Tunggu hingga 15 menit.
12) Setelah 15 menit biji jagung di rendam, buang air Kelapa,Gula dan Vetsin/Miwon.
13) Ambil satu gelas air mineral yang masih utuh, kemudian basahi tisu dengan sedikit air jangan sampai menggenang, air di gunakan hanya untuk melembabkan tisu.
14) Pindahkan biji jagung yang telah di rendam dari gelas ke dalam petridish, sesuaikan posisi biji jagung dengan label nama pada petridish
15) Tutup petridish dengan penutupnya, kemudian lem petridish menggunakan solasi transparan.
16) Letakan petridish pada ruangan, dan amati pertumbuhan biji jagung setiap hari selama tujuh hari dengan mengukur panjang akar primer dan panjang batang daun serta menghitung jumlah akar sekunder yang tumbuh.
17) Setelah tujuh hari, buka petridish dan keluarkan biji-biji jagung yang telah tumbuh,dan ukur satu-persatu secara langsung, dan di foto.
5.     Analisis hasil
1)    Pengamatan Terhadap Panjang Batang dan Daun
Untuk pengamatan pada panjang batang dan daun, biji jagung yang tumbuh lebih baik yaitu biji jagung yang di rendam selama 15 menit dalam larutan Vetsin/Miwon dengan takaran Vetsin/Miwon sebanyak 1 sendok makan atau sekitar 8 gram, dan jumlah air sebanyak 1/3 gelas ukuran 200 ml.
Menurut kami, hal ini di karenakan Vitsin/Miwon mengandung unsur Natrium (Na)  yang berperan sebagai bahan baku hormon pertumbuhan yaitu hormon auksin sehingga batang dan daun mengalami pertumbuhan lebih cepat di bandingkan dengan biji jagung yang di rendam dalam larutan Gula dan Air kelapa.
Selain natrium Vetsin/Miwon juga mengandung asam amino yang berperan  membantu pertumbuhan tumbuhan pada waktu muda (tunas) untuk merangsang pertumbuhan batang dan daun, selain itu memberikan daya tahan yang lebih terhadap hama dan penyakit meskipun jumlah Vetsin/miwon yang di berikan berlebih, ini berarti Vetsin/Miwon tidak terlalu besar efek negatifnya terhadap pertumbuhan jagung.
Biji jagung yang di rendam selama 15 meniit dengan Air kelapa, pertumbuhan batang dan daun mulai tumbuh pada hari ke-7 berkisar 3 cm, pertumbuhan biji jagung yang di rendam dengan Air kelapa ini kurang bagus jika dibandingkan dengan biji jagung yang di rendam dengan Vetsin/Miwon. Menurut kami hal ini di karenakan Air kelapa yang digunakan sudah kurang steril, sehingga merambat pertumbuhan biji jagung.
Sedangkan biji jagung yang di rendam selama 15 menit dengan larutan Gula, pertumbuhan batang dan daun mulai tumbuh pada hari ke-5 sampai hari ke-7 berkisar 0,1 cm- 2 cm, pertumbuhan  biji jagung yang di rendam dengan gula ini kurang bagus jika di bandingkan dengan biji jagung yang di rendam dengan Vetsin/Miwon.Menurut kami hal ini di karenakan terlalu banyak jumlah gula yang di larutkan untuk merendam biji jagung, sehingga menghambat pertumbuhan biji jagung,  Hal tersebut terjadi karena senyawa gula terhadap tanaman seringkali dikaitkan dengan kegiatan metabolisme gula

2)    Pengamatan terhadap panjang akar primer
Untuk Pengamatan pada pertumbuhan akar primer , biji jagung yang memiliki akar primer yang paling baik yaitu biji jagung yang di rendam selama 15 menit dengan larutan Air kelapa, pertumbuhanya mulai dari hari ke-2 sampai hari ke-7 berkisar 0,7 cm – 15 cm. Berbeda dengan biji jagung yang di rendam dengan larutan gula selama 15 menit, akar primernya mulai tumbuh pada hari ke-3 sampai hari ke-7 berkisar  2,3 cm – 16 cm,  pertumbuhannya tidak sebaik akar primer pada biji jagung yang di rendam dengan Air kelapa, hal ini juga di karenakan terlalu banyaknya jumlah gula yang di berikan dalam larutan sehingga pertumbuhan akar primer terhambat. 
Sedangkan biji jagung yang di rendam selama 15 menit dengan larutan Vetsin/Miwon akar primernya mulai tumbuh pada hari ke-3 sampai hari ke-7 berkisar 1,1 cm-15 cm

3)    Pengamatan pada jumlah akar sekunder
Untuk pengamatan pada jumlah akar sekunder, biji jagung yang direndam selama 15 menit dalam larutan Vetsin/Miwon akar sekundernya mulai tumbuh pada hari ke-4 sampai hari ke-7 berkisar 4-5 buah, dan biji jagung yang di rendam selama 15 menit dalam larutan gula akar sekundernya mulai tumbuh pada hari ke-6 sampai hari ke-7 berkisar 3 buah, Sedangkan biji jagung yang di rendam dengan Air kelapa akar sekundernya mulai tumbuh pada hari ke-4-7 berkisar 4-5 buah.

6.     Penarikan kesimpulan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan biomassa atau ukuran(berat,volume dan jumlah) yang sifatnya tetap dan irreversible karena adanya pembelahan mitosis atau perbanyakan sel.
Sedangkan perkembangan adalah perubahan yang menyertai pertumbuhan, dan perubahan itu meliputi perubahan bentuk dan tingkat kematangan mahkluk hidup. Secara sederhana, perkembangan merupakan proses prubahan menjadi dewasa, Pertumbuhan dan perkembangan hanya bisa terjadi dengan baik  pada kondisi  yang ideal, seperti tersedia cukup nutrisi, air, PH yang sesuai, cahaya, oksigen serta suhu dan kelembapan yang sesuai, tanpa adanya unsur tersebut , tumbuhan tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, bahkan mungin mungkin tumbuhan tidak bisa tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan juga tidak bisa terjadi jika terdapat senyawa kimia, suhu , dan PH  yang dapat merusak sel-sel dan jaringan pada tumbuhan.



Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar